06052014Thu
Last updateTue, 03 Jun 2014 12pm
June 03, 2014

Pemkot Bitung Salurkan 8 Mobil Jenazah di Tiap Kecamatan

in Bitung by Super User
Bitung- Janji Pemkot Bitung menyalurkan mobil jenazah di setiap kecamatan akhirnya dikabulkan melalui berita acara penyerahan kepada 8 Camat disaksikan oleh para LSM dan sejumlah wartawan. Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Walikota Hanny Sondakh dan…
Jun 03, 2014 10

Penghuni Rusunawa Tangkoko Keluhkan Sampah 2 Bulan Tertumpuk

Bitung- Penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Tangkoko Bitung mengeluhkan…
Jun 03, 2014 11

Perusahaan Diduga Merusak Lingkungan, Pemkot Bitung Takut Bertindak

Bitung- Adanya longsor yang terjadi di jalan 46 Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir Senin…
Jun 03, 2014 18

Proyek Jalan Lingkar Lembeh Dipagari Warga

Bitung- Proyek jalan lingkar Hot Mix Lembeh berbandrol Rp. 27 Milliar terpaksa tersendat…
Jun 02, 2014 25

Pansus III Gelar Publik Hearing Ranperda Penataan Dan Pengelolaan Pemakaman

Bitung- Pansus III DPRD Bitung Senin (2/6) menggelar public hearing mengenai tindaklanjut…

Lates News Home

Olahraga

Sharapova & Radwanska Bentrok di Perempatfinal

Friday, 25 April 2014  |  Super User
Sharapova & Radwanska Bentrok di Perempatfinal

STUTTGART - Belum ada kesulitan bagi Maria Sharapova dan Agnieszka Radwanska ketika melakoni laga di babak kedua WTA Stuttgart 2014. Akan tetapi dampaknya, kedua petenis cantik namun beda negara ini pun harus saling mengalahkan di babak perempatfinal demi meraih tiket ke empat besar.
 

Readmore

Mantan Petinggi Militer Kivlan Zen Siap Diperiksa Atas Kasus Penculikan Aktivis

— Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen (Purnawirawan) Kivlan Zen memastikan dirinya siap diperiksa Komnas HAM dan Kejaksaan Agung terkait nasib dari 13 orang aktivis yang hingga kini masih hilang sejak 1997.
 

Kasus penculikan aktivis 1997/1998 kembali mencuat setelah Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen (Purn) Kivlan Zen memastikan dirinya mengetahui nasib 13 orang aktivis yang hingga kini masih hilang. 

Kivlan Zen di Jakarta, Rabu (7/5), mengatakan ada pasukan lain selain Tim Mawar Kopassus, yang menangkap kembali 13 orang aktivis yang sebelumnya telah dibebaskan bersama dengan sembilan aktivis lainnya.
 
"Ya benar (mereka sempat ditahan di markas Kopassus, Cijantung).. tapi setelah itu dilepas. Tapi setelah di tengah jalan diambil lagi, kita tidak tau. Itu yang menangkap boleh jadi double agent. Boleh jadi lawan dari pak Harto, lawan dari Prabowo," jelas Kivlan Zen.
 
Kivlan mengatakan berdasarkan laporan intelijen yang ia terima, ada kelompok yang yang sengaja menjebak Prabowo dengan menangkap kembali ke 13 orang aktivis yang hingga kini belum kembali.
 
"Pada waktu kejadian itu, Panglima ABRI adalah pak Feisal Tanjung. Yang kemudian dilanjutkan oleh pak Wiranto,"  lanjut Kivlan Zen.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pasukan 'siluman' selain Tim Mawar, Kivlan Zen mengatakan hal ini perlu diselidiki lebih lanjut. "Dimana-mana, setiap ada operasi pasti ada kontra intelijen. Karena pada waktu itu ada yang senang dengan pak Harto, ada yang tidak senang. Grup yang tidak senang dengan pak Harto, saya tau siapa itu. Bisa orang sipil, bisa juga dari tentara," jelasnya.
 
Namun demikian, Kivlan memastikan para aktivis yang di tangkap itu bukan sebuah operasi penculikan, melainkan pengamanan atas pelaksanaan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Kivlan menyebut para aktivis ini adalah pelaku pengeboman di Tanah Tinggi Jakarta dan Bekasi pada 1997.
 
"Yang ada adalah rencana pengamanan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998. Pada tahun 1997, ada kejadian pengeboman di Tanah Tinggi. Lalu juga di Bekasi. Nah yang ditangkap itu adalah para aktivis ini. Jadi dengan demikian itu ditangkap bukan diculik," jelas Kivlan Zen.

Ditambahkan Kivlan, hal ini bukan merupakan kebijakan negara. " (Hal ini) merupakan perintah negara untuk mengamankan, nah pelaksananya adalah prajurit yang di lapangan," tambahnya. 
 
Kivlan membantah baru kali ini dirinya bersuara soal 13 orang aktivis korban penculikan yang belum kembali. Kivlan memastikan siap memberikan keterangan di Komnas HAM dan Kejaksaan Agung.
 
"Saya siap. Saya siap (memberikan keterangan). Yang berhak melakukan itu adalah Negara. Kalau negara perintahkan Komnas HAM atau Kejaksaan untuk periksa saya, nanti saya bawa orangnya. Ini intelijen saya. Yang tau detail soal itu. (Orangnya) masih hidup," jelasnya.

Kivlan juga memastikan dirinya sudah pernah menyampaikan kepada Komnas HAM agar mengundang dirinya untuk bersaksi soal ini. Namun menurutnya, hingga hari ini, Komnas HAM belum memeriksa dirinya terkait kasus penculikan aktivis.
 
Dinis (19 tahun), putri dari Yadin Muhidin, salah seorang dari aktivis yang diculik pada 1997/1998, mengaku selama 16 tahun terus berjuang mencari tau nasib ayahnya yang hingga kini belum kembali.
 
"Selama ini saya hidup dengan penuh tanda tanya. 16 tahun saya hidup tanpa seorang ayah. Saya tidak tahu keberadaan ayah saya. Bagaimana perasaan Prabowo? Apa dia layak jadi seorang Presiden? Yang jelas-jelas dia seorang penculik. Penculik 23 orang, sembilan kembali dan 13 masih hilang. Satu ditemukan meninggal di hutan. Trus ayah saya dimana? Sudah dikubur atau dibuang di laut?  Dia itu manusia yang layak hidup. Ayah saya kembali dengan apa? Haruskah dengan tulang-belulang yang sudah saya tidak bisa lihat lagi?," kata Dinis.
 
Kasus penculikan dialami puluhan aktivis pro-demokrasi sekitar tahun 1997/1998. Satu orang ditemukan tewas, sembilan orang dibebaskan setelah disiksa, dan 13 orang lainnya hingga kini masih hilang.
 
Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dibentuk Tentara Nasional Indonesia pada 1999 untuk menyelidiki kasus itu, berakhir dengan pemecatan Prabowo Subianto dari kesatuan TNI. Prabowo dalam laporan DKP dipastikan mengetahui persis operasi penculikan yang dilakukan oleh anggota Kopassus yang tergabung dalam Tim Mawar.
 
Sejumlah aktivis HAM yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Melawan Lupa beberapa waktu lalu, meminta Komnas HAM maupun Kejaksaan Agung memeriksa Kivlan Zen dan Prabowo Subianto selaku Danjen Kopassus dan atasan Tim Mawar terkait pengakuan Kivlan. (voa)

Internasional

45 Petugas Keamanan Tewas dalam Serangan Militan di Nigeria

Wednesday, 28 May 2014  |  Super User
45 Petugas Keamanan Tewas dalam Serangan Militan di Nigeria

Ratusan orang bersenjata dengan berkendaraan truk dan sepeda motor menyerang kota yang terletak di timurlaut negara bagian Yobe Senin (26/5) malam. Seorang sumber di Satuan Tugas Bersama Nigeria mengatakan kepada VOA, 24 tentara dan 21 polisi dikukuhkan tewas dalam serangan itu.
 

Readmore

Iptek

Laboratorium Angkatan Laut AS Ubah Air Laut Jadi Bahan Bakar

Wednesday, 28 May 2014  |  Super User
Laboratorium Angkatan Laut AS Ubah Air Laut Jadi Bahan Bakar

Selama beberapa abad, para ahli kimia telah mencoba mengubah timbal menjadi emas. Transmutasi telah lama terbukti mustahil, namun mimpi yang mirip -- mengubah air menjadi bahan bakar -- sepertinya dapat diraih. 

Para ilmuwan di Laboratorium Angkatan Laut AS membuktikannya dengan menerbangkan pesawat model yang menggunakan air laut yang telah direkayasa.

Readmore

Connect With Us

Galeri Foto

Sportbook sites http://gbetting.co.uk/sport with register bonuses.